Cerita ini dimulai ketika aku melihatmu di atas panggung. Meski tak sekeren artis korea, tapi kau lebih menarik untuk dilihat.
Dan ketika kau menuruni anak tangga panggung itu, cukup disitulah mataku memandangmu.
Beberapa bulan kemudian, aku melihatmu lagi. Meski kali ini bukan dipanggung utama dan bukan kau yang jadi pusat perhatianku. Tapi kini aku tahu, ternyata kita didalam perahu yang sama. Dalam komunitas yang sama.
Tapi aku merasa agak berbeda, seperti ada yang menggangguku. Kulihat dirimu, saat itu ku tahu kau memandang kearahku. Salah tingkah?? Bisa jadi. Aku bukan type perempuan yang cuek ketika dilihat orang. Apa yang salah?? Ingin kulontarkan pertanyaan itu padamu, andai saja aku berani.
Matamu terus menusuk jantungku, itu yang kurasakan. Sampai suatu saat, kau terlalu dekat dan terlalu tajam melihatku seolah-olah aku ini buronan polisi. Aku tak tahu harus apa. Deg deg deg. Begitu cepat berdetak, tapi aku harus tenang. Kupikir, kau hanya sekedar saja. Tapi, kenapa aku merasa seperti di awasi dan diselidik. Wuah, ini nggak benar lagi. Ini terlalu kentara, apa kau tertarik padaku?? Ah, manalah mungkin. Tidak semudah itu kita saling mendekat. Kurasa.
Kini kau pun masih terus "mengawasi"ku. Apa aku punya salah padamu? Apa kau punya dendam padaku? Pertanyaan mana yang tepat?? Semua masih jadi misteri bagiku. Bahkan ketika kita berjalan menuruni anak tangga saat itu. Aku tidak berani menyapamu, bahkan melihatmu berdiri disebelahku saja membuatku seperti orang bersalah. Terlalu takut melihatmu.
Apa yang kau rasa? Kenapa kau melakukannya? Bagaimana akhirnya nanti? Mungkinkah ini hanya perasaanku saja? Atau dugaanku tepat?
Dekatlah jika ingin dekat. Namun, jauhlah jika tak ingin dekat. Tolong bebaskan aku dari segala praduga pikiranku. Aku seperti orang bodoh.
Andai kau membaca tulisan ini. Andai kau tahu perasaan yang kacau karena ulahmu. Andai aku cukup berani menantang matamu. Andai aku berani bertanya, APA AKHIRNYA??
Andai saja.😔😔